Platinum Award untuk The Changcuters

The Changcuters
The Changcuters

“Kita menghargai yang namanya proses, makanya kita belum ngerasa puas dulu untuk ke depan yang lebih baik. Kita malah ngerasa terobsesi nama kita dipajang. Pokoknya kita ngerasa berterima kasih pada Changcut ranger,” ungkap Qibil salah satu personil Changcuters yang kemarin menerima pengharagaan Platinum dari Sony Music Indonesia.

Dengan album MENCOBA SUKSES yang mampu meraup penjualan sekitar 75 ribu copy dan menghasilkan platinum award pada grup asal bandung ini, band yang digawangi oleh Tria (vokal), Qibil (backing vocal & gitar), Alda (gitar), Dipa (bass), dan Erick (drum) ini semakin yakin akan kesuksesan mereka dikancah musik Indonnesia.

Harapan baru yang terpancar dari para personil membuat Tria sang vokalis menjadi shock dan mengatakan “Oh my God, pokoknya sedikit panas dan deg degan. Ternyata album kita lancar, dan pastinya kita akan diajak rekaman lagi. Kalau ngerasa puas belum sih dengan prestasi kami sekarang. Ini kami anggap sebagai door prize aja,” setelah menerima Platinum Award di Kamasutra Cafe, Hotel Crown Jakarta. Selasa malam kemarin (26/8/08).

Wah buat para Changcut Ranger pastinya akan lebih semangat lagi dengan penyerahan Platinum kepada band kesayangannya tersebut, kalau gitu maju terus musik Indonesia! (*Ezza/Foto:Sony bmg)

berita dapat dibaca juga di:http://www.rileks.com/music/?act=detail&artid=31102006123675

Diterbitkan di: on Agustus 28, 2008 at 4:28 pm Tinggalkan sebuah Komentar

The Killers Kembali Unjuk Gigi dalam Penutupan Leeds Festival

The Killers at The Show
The Killers at The Show

Setelah band cadas METALLICA mengguncang kota Reading, kini giliran The Killers yang mengahantam kota Leeds dalam penutupan Leeds Festival kemarin lusa 24 Agustus 2008. Band asal Las Vegas ini menyanyikan lagi lagu yang sama yaitu “Spaceman” yang mereka bawakan juga pada saat mereka bermain dimalam sebelumnya di Reading Festival.

Menggunakan jaket hijau yang berkilat-kilat vokalis The Killers Brandon Flowers langsung menggebrak penonton dengan lagu “Reason Unkonwn” dan berdiri ditengah-tengah panggung serta memberikan pujian kepada para penonton yang memenuhi tempat acara berlangsung. Sebelum ia bernyanyi single pertama keluaran tahun 2006 “Somebody Told Me” Ia mengatakan “kalian semua punya mata dan suara yang indah, mari biarkan ini semua tetap berjalan!”

Setelah itu band yang sudah yang sangat dinanti penampilannya tersebut melanjutkan kembali aksinya dengan menyanyikan “Shadowplay” yang dipakai untuk soundtrack film “control” pada tahun 2007 lalu.

Kejutan terjadi dipanggung ketika lagu “Tranquilize” dan “Under The Gun” dari album ‘Sawdust’ yang jarang sekali mereka bawakan dalam konser, kemarin lusa mereka bawakan dalam penutupan Leeds Festival sehingga membuat para penonton semakin menjadi-jadi. Setelah lagu “When You Were Young” dibawakan, didalam set panggung keluar kembang api yang menyala-nyala dengan dahsyat sehingga membuat suasana menjadi lebih meriah dan disusul lagu “Mr Brightside” serta “Jenny Was A Friend Of Mine” dimana para penonton dibuat menjadi “gila” dengan bergoyang dan bertepuk tangan.

Ditutup dengan lagu ‘All These Things That I’ve Done’ dan perlahan sang vokalis meninggalkan stand mic nya lalu bersama sang gitaris Dave Keuning mereka menglilingi panggung sembari menyebarkan kertas yang berwarna-warni kepada penonton. Penutupan konser yang handal ya…(NME/Ezza)

List lagu yang mereka bawakandalam penutupan Leeds Festival :

The Killers
The Killers

‘For Reasons Unknown’
‘Somebody Told Me’
‘Shadowplay’
‘Sweet Talk’
‘Bones’
‘Smile Like You Mean It’
‘Tranquilize’
‘When You Were Young’
‘Under The Gun’
‘Sam’s Town’
‘Read My Mind’
‘Spaceman’
‘Mr Brightside’
‘Jenny Was A Friend Of Mine’
‘This River Is Wild’
‘All These Things That I’ve Done’

berita dapt dibaca juga di:http://www.rileks.com/music/?act=detail&artid=31102006123620

Diterbitkan di: on at 4:19 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Jelang Ramadhan, Five Minutes Ikutan Bikin Lagu Religi

Five Minutes
Five Minutes

Ramadhan tinggal hitungan hari tapi bukan berarti berhenti untuk terus mencari inspirasi, seperti band asal Bandung yang “lagi-lagi” mengambil keuntungan dari berkahnya bulan Ramadhan. Album bernuansa rohani tiap kali menjelang bulan Ramadhan selalu laris dipasaran. Mungkin lantaran mendulang kesuksesan yang besar, tiap tahun ada saja nama-nama baru, di samping nama lama, seperti Five Minutes.

Kali ini Five Minutes, dengan single “Ampuni Aku” yang mulai minggu depan sudah dilepas kepasaran dan langsung dapat dinikmati oleh pencinta musik Indonesia. Ada cerita unik dibalik pembuatan lagu-lagu religi yang dimanfaatkan oleh musisi tanah air kita seperti band ini yang butuh waktu hanya 2 hari untuk menggarapnya.

Ricky, pemain Keybordis ini mengatakan “Lagu sih udah disiapin. Tapi garapnya sih cuma 2 hari aja,” Band yang digawangi oleh Aria, Ricky, Richie, Iroel dan Drie itu mengakui kalau lirik religi sekarang membuat band ini lumayan laris pentas dibulan puasa nanti.”Tujuan utama sih nggak ke sana. Satu lagu ini dianggap cocok banget dengan lirik ketuhanan. Efek dari lagu kalau dapat manggung banyak ya alhamdulillah,” tambah Ricky. Ayo,, siapa lagi mumpung Ramadhan masih seminggu.. (*/Ezza/Foto:Fm Blog)

berita dapat dibaca juga di:http://www.rileks.com/music/?act=detail&artid=31102006123677

Diterbitkan di: on at 4:18 pm Komentar (1)

Sheila On 7 mulai Bangkit !!

Sheila On 7
Sheila On 7

Menentukan arah, itulah nama album ke enam yang akan dikeluarkan oleh band asal yogyakarta Sheilaon7.

Dalam rangkaian penjualan albumnya tersebut, Adam Muhammad Subarkah yang juga pemain bassis SO7 mengatakan ”Kami merilis single andalannya dulu dalam format digital, terutama untuk RBT (ring back tone),”

Sedangkan untuk single “Betapa” dari album terbarunya tersebut kini sudah dapat dinikmati oleh Sheilagank semua di www.youtube.com. Selain untuk mengetahui respons penggemar, peluncuran single berjudul Betapa ini sekaligus menunggu semua proses pembuatan album selesai.

Lebih lanjut Adam mengatakan mengenai penjualan album yang gencar dengan pembajakan saat ini

“Kami memang harus balapan dengan pembajak, mungkin cara seperti ini akan lebih baik, Trennya sekarang sepertinya begitu, jadi buat single dulu untuk dijadikan RBT, baru buat album fisiknya, dengan RBT, pemilik lagu bisa mengambil keuntungan terlebih dulu sebelum album fisik diluncurkan ke pasar.”

Sedangkan untuk albumnya sendiri akan rilis setelah lebaran nanti atau di bulan Oktober Mendatang. (KMP/Ezza/foto:Sheilaon7.com)

berita juga dapat dibaca di:http://www.rileks.com/music/?act=detail&artid=31102006123669

Diterbitkan di: on at 4:16 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Album kelima dari Snow Patrol

Snow Patrol
Snow Patrol

Snow Patrol akan merilis album yang kelima yang direncanakan rilis tanggal 28 Okober 2008 mendatang. Album “A Hundred Million Suns” yang juga berkolaborasi dengan Garret ‘Jacknife’ Lee ini telah dikerjakan pada musim panas di Hansa Studio (Jerman) dan Grouse Lodge (Irlandia) dengan seluruh personil lengkap tak terkecuali.

“Tack Back The City” merupakan single pertama dari album terbarunya. Sedangkan untuk video klipnya sendiri akan dikerjakan oleh director Alex Courtes dimana ia bertanggung jawab penuh atas pembuatan video klip yang diberi nama “Seven Nation Army” tersebut.

Album yang saat ini akan diluncurkan diharapkan akan mengikuti jejak album “Eyes Open pada tahun 2006 yang terjual mencapai 2,1 juta diseluruh negeri Inggris dan 1 juta lebih di Amerika sehingga mendapatkan platinum award.

Buat kamu-kamu yang suka dengan Snow Patrol jangan lupa nabung dari sekarang mumpung masih ada waktu sebulan lagi oke.. (NME/Ezza)

berita juga dapat dibaca di:http://www.rileks.com/music/?act=detail&artid=31102006123722

Diterbitkan di: on at 4:14 pm Tinggalkan sebuah Komentar

A Must, Mantan Pengamen yang Siap Jadi Anak EMAS Dunia Musik Indonesia

A Must
A Must

Band-band baru banyak bermunculan, persaingan pun pastinya semakin dahsyat. Ditengah persaingan tersebut, A Must (baca: Emas) hadir ‘menghiasi’ dunia musik Indonesia. Dengan background pengamen, apa sih yang coba mereka tawarkan?

Ucok (vokal), Ari (gitar) dan Ardra (keyboard) berangkat dari musisi jalanan alias pengamen di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Bermodal semangat (dan juga nekat), mereka menemui seorang produser yang notabene tamu mereka di tempat nongkrong anak muda ibukota itu, Janner Clay Siahaan atau biasa disapa Tongclay.

“Saya melihat semangat, kemauan keras dan tentunya potensi mereka. Musisi pendukung sama-sama kita cari, begitu juga dengan nama yang cocok,” tukas Tongclay.

Pei (bass) dan Helver (drum) resmi menjadi anggota. Kemudian keluarlah nama A Must, yang dalam bahasa Inggris berarti keharusan atau tidak bisa tidak dan jika diucapkan dalam bahasa Indonesia, Emas, logam mulia yang nilainya terus naik. Filosofi itulah yang melatarbelakangi sekaligus akan menjadi pembuktian diri mereka.

“Demo A must saya bawa ke Universal Music, dimana saya yakin pihak Universal tertarik pada mereka, dan ternyata benar. Kini A Must berada dibawah naungan Universal Music Indonesia,” jelas sang produser dalam launching album A Must pada Kamis (21/08/08) lalu di Hard Rock Cafe Jakarta.

Karena mereka dulunya adalah pengamen, bukan berarti skill musikalitas mereka dibawah standar lho. Ari sang gitaris sempat ‘berguru’ pada Abdee Slank demi mengasah kemampuannya, jika mungkin itu bisa jadi salah satu yang meyakinkan kamu.

Ditengah persaingan band-band baru, sepantasnya sih mereka bersiap untuk ‘kalah’ alias album pertama mereka yang bertajuk sama tak laku dipasaran. Tapi tidak bagi Ucok dkk.

“Kami optimis dapat diterima masyarakat dan album kami laku, itu impian yang pasti akan terwujud.” -Ardra-

Pihak label, Universal Music Indonesia sendiri memberikan pernyataan mengapa mereka yakin pada kemampuan A Must. Aldo, selaku perwakilan dari Universal mengatakan, “Mereka telah memiliki pengalaman ‘keras’ di jalanan, bertemu masyarakat yang notabene pasar musik Indonesia. Itulah mengapa pihak kami yakin mereka dapat diterima oleh penikmat musik tanah air.”

Banyak pihak yang yakin dengan kemampuan mereka menapaki dunia musik negeri kita tercinta membuat kamu penasaran? Dengar saja sendiri album A Must dan tentukan pendapat kamu… [mel]

berita juga dapat dibaca di:http://www.rileks.com/music/?act=detail&artid=31102006123668

Diterbitkan di: on at 4:12 pm Tinggalkan sebuah Komentar

THE CHANGCUTERS: Nggak Malu-Maluin Jadi Band Pembuka

The Changcuters
The Changcuters

BIASANYA, band pembuka dari satu konser besar, hanya akan jadi pelengkap saja. Malah kalau beruntung, dia akan dibiarkan main sampai selesai, tapi dicuekin. Kalau tidak malah buru-buru “diusir” dari panggung.

Tapi tidak dengan The Changcuters. Band asal Bandung ini lolos dari lubang jarum, dan kemudian malah sukses menjadi pembuka.

Tak cuma sukses, mereka juga berani mejadi ‘dirinya-sendiri’ meski di hadapannya ada 4000-an orang yang menunggu band besarnya.

Yup, itulah yang terjadi pada konser mereka, Minggu, 17/8-2008 kemarin. The Changcuters memang sejak lama sudah digadang-gadang bakal menjadi konser band asal Amerika, Panic at The Disco [PAtD].

Awalnya jelas sempat kuatir “ditimpukin” secara penonton yang semuanya nyaris ABG, adaha fans berat PAtD.

Tepat pukul 20.00 WIB, band yang diawaki Qibil (gitaris, keyboardist), Tria (vokal, harmonika), Erik (drummer), Alda (gitaris), dan Dipa (bassis) melakukan ritual yang makin dijauhi anak-anak sekarang, menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ dengan berdiri [jadi inget zaman upacara bendera].

“Gile, gue sampe merinding dengarnya,” celetuk Adri Subono, bos JAVA Musikindo yang mendapuk The Changcuter sebagai pembuka PAtD.

Cara yang ‘manis’ untuk sedikit mengingatkan kalau kita ini masih orang Indonesia

Kelar, band yang mengusung rock n’ roll [komedi], langsung menyodok dengan “Racun” satu lagu yang memang jadi racun karena liriknya yang gampang dan diulang-ulang.

“Kami tidak tidak kalah ganteng dengan Panic at The Disco, bedanya mereka bule, kita tidak,” celemong Tria asal, tapi cukup membuat penonton terbahak.

Tak banyak cingcong, mereka langsung masuk track selanjutnya dengan ‘Hijrah ke London’ yang kabarnya bakal jadi single ketiga mereka yang dibuat klip.

Dengan kostum ‘cungkringnya’ warna merah, jaket putih dan dasi putih, mereka bergaya alam Soneta, bergerak berbarengan.

Tria makin “kesetanan” ketika lagu ‘Gila-Gilaan’ ternyata mendapat antusias yang juga gila-gilaan. Aksi panggungnya yang seperti ‘cacing kepanasan’ membuat penonton tak sadar kalau bass Dipa dan mik Tria, sempat mati, nggak keluar suaranya. Ah, sebodo amat, mungkin begitu pikir anak-anak ABG itu.

Dan band yang mengawali karir di jalur indie sejak tahun 2004 ini, mengakhiri aksi gokilnya dengan single hitsnya yang lagi hip, ‘I Love U Beibe’. Meski hanya enam lagu dan tidak lebih dari 30 menit, The Changcuters berhasil memberi ‘keringat’ pada penonton.

Lumayan, sebagai pembuka band yang pernah main film ini tak menerima cemoooh yang bukan-bukan. Tak cuma itu, sound pun terdengar “mendingan” karena biasanya, kualitas suaranya ‘rada ancur’ karena settingan alat yang tak boleh diotak-atik.

Paling tidak, The Changcuter memberi kado yang ‘nggak malu-maluin’ Indonesia. Meminjam doa Tria, siapa tahu kelak band Indonesia justru gantian konser di Amerika atau Inggris sana….(knm/ly/foto:Istimewa)

Diterbitkan di: on Agustus 20, 2008 at 3:21 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Konser THE USED: Penonton Apik, Performance & Sound Menukik!

The USED
The USED

BAGI kuping yang ngerti teknis vokal, alat musik dan sound, konser The Used di Tennis Indoor Jakarta, Rabu, 13/8-2008, terdengar sangat `menganggu telinga` banget.

Selain sound gitarnya kenceng [banget], menutup akselerasi alat musik yang lain, setingan drumnya rada pecah dan vokalisnya ‘parah’ karena nyanyinya sering ‘out of pitch’ di nyaris semua lagu. Tapi buat fans fanatiknya, siapa peduli ?

Sekitar 3000-an penonton memadati Senayan. Dari sore, bersama calo-calo yang berkeliaran, ribuan penonton yang nyaris semuanya ABG itu, sudah ningkrong di seputaran Tennis Indoor. Yup…., setelah harga tiket diturunkan, animo penggemar, Bert McCracken [vokal], QUinn Allman [gitar], Jeph Howard [bass] dan Dan Whitesides [drum], band emo asal Utah Amerika Serikat ini, tampaknya melonjak.

Lupakan lonjakan penonton itu. Konser yang dimulai sekitar pukul 20.15 WIB itu, dimulai dengan ‘kesalahan’ dari vokalis Bert yang fals berat. Musiknya terlalu keras, suaranyanya ketimpa.

Sayangnya, kejadian itu –suara fals– hampir terjadi di sepanjang konser. Kesalahan fatal untuk band sekelas THE USED. Meski ada embel-embel –konon– vokalisnya baru saja dipoerasi pita suaranya. Sorry, no excuse-lah.

Menariknya, band pengusung emo boleh gembira, lantaran nyaris semua penonton iktu menyanyikan lagu-lagu yang diteriakan dengan vokal yang ‘ngotot’ banget. Lagu-lagu yang diambil dari beberapa kantong albumnya digebar habis, seperti ‘Sick Heart, Sun Comes Up, Paralyzed, Liar Liar, dan Pretty Handsome Awkard’

Aksi panggungnya biasa saja, tidak terlalu istimewa. Ketambahan cara bertutur yang mengumbar kata-kata F**K cukup ‘mengganggu’ meski tak terlalu menggelisahkan. Kalau boleh disebut, konser The Used meski sukses dari jumlah penonton, tapi ‘gagal’ dalam performance yang apik.

The Used sendiri, di Indonesia cukup punya massa yang besar. pasalnya, band asal Orem, Utah, Amerika Serikat ini sudah merilis empat album yang terhitung cukup sukses secara penjualan di seluruh dunia.

SEBAGAI PENGUSUNG alternatif, band bernama THE USED ini terhitung sedang naik daun. Album terbarunya ‘Lies For The Liars’ cukup menarik minat penikmat musik alternatif. Band ini sendiri sudah berdiri sejak awal 90-an. Cukup lama memang untuk meraih apa yang mereka harapkan.

Album ini masuk album ke-3. Dengan awak Bert McCracken [vokal], QUinn Allman [gitar], Jeph Howard [bass] dan Dan Whitesides [drum], The Used tidak terjebak pada aransemen rock yang sekedar kencang dan gahar saja, tapi bisa menjelajah sound techno yang moderen. Track asik bisa kamu simak di single ‘Pretty Handsome Awkard’

Karir mereka sebenarnya sudah dimulai dari awal 90-an tapi belum mencapai kata sepakat dengan label. Baru tahun 2001, mereka tantatangan kontrak dengan Reprise Record sampai akhirnya tahun 2002 merilis album self titled ‘The Used’.

Tahun 2004, setelah album pertama mendapat respon yang dashyat, band ini kembali merilis album ‘In Love and Death’ [2004]. Lagu bisa dibilang album yang paling emosional secara penggarapan dan cara menyanyikannya, pasalnya kekasih Bert McCracken yang sedang hamil, ditemukan tewas karena over dosis. Pengaruh kematian ceweknya, kentara sekali dalam lirik dan teknik vokal yang cenderung emosional.

Tak berhenti, The Used kembali merilis ‘Lies for the Liars’ [2007] yang sayangnya masuk ke Indonesia baru awal 2008. Album ini making mengukuhkan eksistensi dan popularitas band yang “menolak” disebut EmoRock. Mereka juga merilis album EP beritel ‘Shallow Believer’ yang dilepas di awal 2008. [Djm/ly/foto:ist]

berita ini juga dapat dibaca di:http://www.rileks.com/music/?act=detail&artid=31102006123285

Diterbitkan di: on Agustus 19, 2008 at 1:00 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Oasis Gelar Tour Keliling

Oasis
Oasis

Oasis mengumumkan jadwal tour keliling Inggris, mulai tanggal 15 Agustus 2008. Seperti telah diberitakan sebelumnya Oasis akan meluncurkan single terbaru mereka ‘The Shock of The Lightning’ yang akan dibawakan dalam rencana tour konser mereka.

Album ke tujuh mereka ‘Dig Out Your Soul’ akan rilis dipasaran tanggal 6 Oktober mendatang, sedangkan untuk single ‘The Shock Of The Lightning’ sendiri akan dirilis tanggal 29 September secara global diradio-radio Inggris jam 8 pagi waktu setempat, dan itu juga bisa dinikmati oleh para fans Oasis lewat situs NME.COM.

Untuk informasi saja, pada track ‘Falling Down’ yang berkolaborasi dengan Chemical Brother merupakan lagu yang pertama digarap oleh Noel Gallagher dan kawan-kawan dalam versi remix lho.. (NME/Ezza)

Diterbitkan di: on at 12:58 pm Tinggalkan sebuah Komentar

Iwan Fals, Gelar Konser Digital Pertama

Iwan Fals
Iwan Fals

Iwan Fals menjadi artis pertama yang menggelar konser musik yang disiarkan secara langsung oleh Telkomsel menggunakan teknologi 3 G.

“Sudah tradisi, setiap 17 Agustus kami bersama teman-teman OI (Orang Indonesia) mengadakan acara sekaligus merayakan ulang tahun OI,” kata Iwan kepada wartawan beberapa saat sebelum konser digelar.

Konser yang digelar di halaman belakang rumah musisi/penyanyi balada yang terkenal dengan lagu Bongkar tersebut di Desa Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat itu disiarkan secara langsung menggunakan teknologi Ponsel 3G.

HB Naveen dari PT Falcon Interactive selaku promotor, menyatakan bahwa pihaknya memaknai kata Merdeka sebagai kemajuan ke arah yang baik.

“Bagi kami Konser Merdeka Live 3G Iwan Fals ini merupakan pernikahan antara tradisi dan modernisasi,” katanya.

Konser Merdeka 3G Live 3G Iwan Fals didukung personil Kantata Takwa, kecuali Sawung Jabo yang berhalangan karena isterinya sedang sakit.

Sejak pukul 19.00 WIB, jalanan masuk ke rumah Iwan Fals sudah dipenuhi penggemar dan masyarakat sekitar. Lahan tanah kosong di sisi kiri dan kanan jalan disesaki kendaraan mobil dan motor yang parkir.

Halaman belakang rumah Iwan yang dijadikan tempat konser penuh diisi penonton, termasuk di balkon.

Sebagian penonton yang tidak bisa masuk terpaksa menonton di jalan depan rumah melalui layar besar yang disediakan penyelenggara.

Hanya halaman rumah yang tampaknya disediakan sebagai tempat jajanan saja yang kosong. Tempat ini memang dijaga oleh panitia dibantu aparat keamanan.

Meski demikian, konser berlangsung aman, dan Iwan Fals pun berhasil membawakan seluruh lagu yang dipersiapkan, mulai dari Di Ujung Abad, Siang Seberang Istana, Penari Jalanan, Perjalanan Waktu, hingga Bangunlah Putra Putri Pertiwi, Merdeka dan Hari Merdeka.

Konser Merdeka Live 3G ini pun mengakhiri untuk sementara kegiatan bulanan pertunjukan musik Iwan Fals di rumahnya.

“Ini bulan ke-9. Abis ini istirahat dulu karena sudah masuk Puasa dan mau Lebaran,” begitu dikatakan salah seorang anggota panitia. (ant/ly/foto:KPL)

tulisan ini juga dapat dibaca di:http://www.rileks.com/music/?act=detail&artid=31102006123391

Diterbitkan di: on at 12:57 pm Tinggalkan sebuah Komentar